Friday, August 12, 2011

Apa itu Jin , Iblis , Qarin


A. Jin

Di dalam Al-Quran Al-Kariem, Allah SWT menyebut beberapa kali kata ‘jin’. Bahkan ada satu surat yang secara khusus membahas tentang jin dan dinamakan dengan surat Al-Jin.
Bila disimpulkan secara sekilas, maka ada hal-hal yang bisa ketahui dari Al-Quran Al-Kariem tentang siapakah sosok jin itu.
1. Jin diciptakan oleh Allah SWT dari api.
Allah SWT menyebutkan bahwa jin itu diciptakan dari api yang sangat panas, juga disebutkan terbuat dari nyala api.
Dan Kami telah menciptakan jin sebelum dari api yang sangat panas.(QS.Al-Hijr : 27)
dan Dia menciptakan jin dari nyala api.(QS.Ar-Rahman : 15 )
2. Jin ada yang muslim dan ada yang tidak
Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda. (QS.Al-Jin :11 )
Contoh jin muslim adalah jin yang menjadi tentara nabi Sulaiman as.
Dan Kami telah menciptakan jin sebelum dari api yang sangat panas.(QS.An-Naml : 17 )
Dan Kami angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.(QS.Saba’ : 12 )
Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang seperti kolam dan periuk yang tetap . Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur. Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih. (QS. Saba’ : 13)
B. IBLIS.
Iblis menurut bahasa arab berasal dari kata ablasa – yublisu – ilbisan yang berarti putus asa, frustasi atau berdukacita. Ilbis menurut Al Qur’an adalah salah satu dari golongan jin yang ingkar terhadap perintah Allah untuk sujud kepada Nabi Adam as. Hal tersebut sebagaimana firman Allah:
“dan (ingatlah) ketika kami berfirman kepada malaikat,’sujudlah kamu kepada adam,’maka kecuali ilblis. Dia adalah golongan jin, maka ia mendurhakai perintah tuhannya…” (QS. Al Khafi: 50)
“Allah berfirman:”apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Nabi Adam as) diwaktu aku menyuruhmu?” ilbis menjawab:”aku lebik baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”
(QS al A’raf: 12)
Sedangkan Iblis adalah makhluq durhaka yang jenisnya adalah jin, bukan jenis manusia. Al-Quran Al-Kariem secara tegas menyebutkan bahwa Iblis itu adalah dari jenis jin.
Dan ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam , maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti bagi orang-orang yang zalim. (QS.Al-Kjahfi : 50)
Jadi bisa disebutkan bahwa Iblis itu adalah seorang oknum yang berjenis jin. Dialah dahulu jin yang paling dekat dengan Allah SWT, lalu berubah menjadi ingkar lantaran tidak mau diperintahkan untuk bersujud kepada Adam, manusia pertama.
Dan ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (QS.Al-Baqarah : 34)
Motivasi yang menghalangi si Iblis itu untuk sujud kepada Adam tidak lain adalah rasa kesombongan dan tinggi hati. Dia merasa dirinya jauh lebih baik dari Adam.
Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”. (QS.Al-Araf : 12 )
Ciri yang paling utama dari Iblis adalah dia tidak mati-mati sampai hari kiamat. Dan penangguhan usianya itu memang telah diberikan oleh Allah SWT
Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”. Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.” (QS.Al-Araf : 14-15 )
Iblis berkata: “Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan”. Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya “. (QS.Shaad : 79-81 )
Jadi iblis adalah nama seorang jin yang hidup di masa penciptaan Adam as dan tidak mati-mati sampai hari ini. Iblis adalah kakek moyang syetan yang juga punya keturunan, namun keturunannya itu tidak mendapatkan jaminan untuk hidup sampai kiamat. Dan sebagai bangsa jin, ada diantara keturunannya itu yang mati. Meski barangkali usianya berbeda dengan rata-rata manusia. Tetapi tetap akan mati juga. Kecuali kakek moyang mereka yaitu Iblis.
Sangat jelaslah ilbis itu bukan makluk baru ciptaan Allah SWT atau tafsiran beberapa ulama terdahulu ilbis itu merupakan malaikat yang membangkang Allah Azza Wa Jalla. Kedua ayat Al Qur’an diatas secara implisit dan tegas menyebutkan ilbis berasal dari golongan jin yang tercipta dari api. Sedangkan makluk Allah yang tercipta dari api hanya bangsa jin bukan manusia yang tercipta dari tanah atau bangsa malaikat yang tercipta dari cahaya (nur).
Selain itu ada beberapa dalil yang membuktikan bahwa sebelumnya iblis bukan dari golongan malaikat melainkan golongan jin:
1. Iblis memiliki keturunan, sementara malaikat tidak memiliki keturunan.
2. Malaikat terjaga dari segala dosa, sementara ilbis tidak terjaga dari dosa.
3. Iblis tercipta dari api, sedangkan malaikat tercipta dari cahaya.
4. dalam Al Qur’an ditegaskan bahwa syetan adalah jin.
5. banyak riwayat dari rasulullah muhammad saw dan para sahabat yang sampai kepada kita yang menegaskan bahwa ilbis adalah jin.
C. Setan
Menurut bahasa Arab adalah ruuhun syariirun atau ruh yang sangat jahat/buruk, al-hayatul khabitsah atau suatu kehidupan yang sangat buruk dan mutamarridun madsadun atau pendurhaka yang merusak”. Sedangkan setan secara istilah adalah sifat yang jahat yang tersembunyi dalam diri jin dan manusia yang dapat menimbulkan kerusakan dan kehancuran. Jadi syetan adalah profesi atau sebutan dari kalangan jin dan manusia yang jahat. Hal ini sesuai dengan definisi Allah mengenai syetan dalam Al Qur’an:
“syetan yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia dari (golongan jin dan manusia” (QS. An-Naas: 5-6)
“ dan demikian kami jadikan bagi tiap – tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan dari jenis manusia dan dari jenis jin. Sebagian lagi membisikkan kepada sebagian lagi perkataan – perkataan yang indah – indah untuk menipu manusia. Jikalau tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan,” (QS Al-An’am: 112)
Jadi Setan adalah anak cucu keturunan dari Iblis dan Jin.
Diantara sifat syetan itu adalah sifat congkak, sesat dan cinta terhadap kejahatan. Jin yang bersifat congkak dan cinta kejahatan disebut setan. Manusia yang memiliki sifat tersebut disebut juga setan. Setan dari jenis manusia dan setan dari jenis jin yang ditetapkan Allah sebagai musuh para nabi itu menperdaya sebagian yang lain dengan kata-kata indah yang dibisikannya. Yang dimaksud dengan membisikkan disini adalah memindahkan pengaruh internal dari sebagian kepada sebagian yang lain, menipu dan mendorongnya untuk berbuat congkak, sesat dan maksiat kepada Allah Azza Wa Jalla.
Setan jenis manusia, sepak terjangnya dapat dilihat secara nyata dan jelas oleh mata telanjang kita, begitu pula bentuk permusuhan mereka terhadap nabi dan orang yang beriman itu. Sementara seyetan jenis jin bercampurbaur denjgan manusia untuk menjerumuskan dan menyesatkanya dengan cara – cara yang tidak diketahui manusia. Sebagaimana firman Allah di Al Qur’an:
“dan kami tetapkan bagi mereka teman – teman yang menjadikan mereka memandang bagus apa yang ada dihadapan dan dibelakang mereka dan tetaplah atas mereka keputusan azab pada umat-umat yang terdahulu sebelum mereka dari jin dan manusia; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi”
(QS Fusshilat: 25)
“ dan orang-orang kafir berkata, “ya Tuhan kami perlihatkanlah kepada kami dua jenis orang yang telah menyesatkan kami (yaitu) sebagian jin dan manusia agar kami letakkan keduanya di bawah telapak kami kami supaya kedua jenis itu menjadi orang-orang yang hina” (QS Fusshilat: 29)
Sedangkan Syaitan itu menurut Al-Quran Al-Kariem adalah makhluq yang kerjanya mengajak kepada perbuatan jahat dan keji serta berbohong.
1. Mengajak Kepada Perbuatan Keji
Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.(QS. Al-Baqarah : 169 )
2. Syetan Adalah Musuh Manusia
Dan Allah SWT telah menegaskan bahwa syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (QS.Al-Baqarah : 208 )
3. Memberi Janji Dan Angan-angan Kosong
Syaitan itu kerjanya memberi janji dan angan-angan kosong kepada manusia
Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka. (QS.An-Nisa : 120 )
4. Syaitan Bisa Berujud Manusia
Namun Syaitan itu tidak terbatas pada jenis makhluk halus / jin saja, melainkan manusia pun bisa dikategorikan sebagai syaitan. Dan Al-Quran Al-Kariem pun juga menyebut-nyebut tentang manusia yang menjadi syaitan itu.
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan manusia dan jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu. Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. (QS.Al-Anam : 112)
Katakanlah: “Aku berlidung kepada Tuhan manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia. (QS.An-Naas : 1-6 )
D. QARIN
“barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Allah yang maha pemurah (Al Quran), kami adakan baginya setan, maka setan itulah menjadi teman (al Qarin) yang menyertainya” (QS az-Zukhruf: 36)
Rasulullah muhammad saw bersabda tentang al Qarin, “tidak satupun dari kamu yang tidak diwakilkan oleh Allah seorang qarin (peneman) baginya dari bangsa jin.” Para sahabat bertanya. “apakah qarin itu juga diperuntukkan bagimu wahai Rasulullah Muhammad SAW?” beliau menjawab, “juga bagi saya, akan tetapi Allah SWT telah menolongku terhadapnya, lalu ia masuk Islam, sedangkan ia tidak akan menyuruhku kecuali pada kebaikan.” (HR muslim)
Rasulullah Muhammad SAW bersabda, “tidaklah ada seorang diantara kalian kecuali disertakan untuknya qarin dari jin dan qarin dari malaikat.”
(HR Muslim dan Ibnu Mas’ud)
Sangat jelas bahwa Qarin itu merupakan salah satu suku bangsa jin yang disebut QARIN yang ditugaskan Allah untuk selalu mengikuti manusia dalam setiap aktivitasnya. Kemungkinan jin qarin masuk Islam oleh pengaruh manusia dijelaskan Dr. Al Asyqar berkata: bisa jadi seorang muslim manpu menpengaruhi jin pendampingnya kemudian dia masuk Islam”.
Tetapi Syeikh Wahid Abdus Salam Bali berkata: apa yang dikatakan oleh Dr. Al Asyqar perlu ditinjau, karena pernyataannya tersebut mengisyaratkan bahwa setiap muslim bisa menpengaruhi jin pendampingnya hingga masuk Islam, bahkan secara tegas beliau menyatakan hal ini. Padahal yang benar tidaklah demikian, karena pemberitahuan di dalam hadist tersebut lahiriahnya menunjukkan bahwa hal tersebut khusus bagi Nabi Muhammad SAW. Siapa yang menyatakan berlaku bagi umum maka ia harus mengemukakan dalil. Sepanjang yang saya ketahui tidak ada dalil yang mendukung pendapat itu.
Sahabat Umar bin Khattab yang dikenal kuat aqidahnya dan baik komitmen agamanya, ditakuti syetan (golongan jin) tetapi beliau tidak manpu mengislamkan jin pendampingnya. Selain itu seandainya seorang muslim selain Nabi Muhammad SAW manpu mengislamkan jin pendampingnya niscaya tidak ada lagi diadakannya ujian dan cobaan.
Seringkali kita mendengar kasus-kasus kesurupan dan menonton sinetron atau reality show bertema jin, dimana “makluh ghaib” yang merasuki tubuh manusia atau berada ditempat/rumah setelah dimediumisasi mengakui sebagai ruh Rasulullah Muhammad SAW, ruh personil walisanga, ruh bung karno, ruh raja-raja terdahulu dan ruh dari keluarga. Si “makluh ghaib” itu menyakinkan dengan manpu menyebutkan tempat suatu kejadian, peristiwa-peristiwa tertentu, silsilah/nasap keluarga dan sebagainya, hal ini membuat orang-orang disekitarnya menyakini bahwa yang merasuk memang ruh yang gentayangan.
Kalaupun ada kesamaan antara pengakuan si “makluh ghaib” dengan sejarah hidup seseorang yang telah meninggal, bukanlah merupakan bukti bahwa itu ruh orang tertentu yang bergentayangan. Itu adalah ulah jin Qarin orang tersebut saat masih hidup. Si jin Qarin ini berumur panjang dari orang itu yang memiliki data-data lengkap mengenai kehidupan orang itu. Tentunya dengan mudah menjabarkan sejarah hidup orang itu.
Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

www.swaramuslim.net

Perhati Dengan Kelakuan Jin


Perhatian Dengan Kelakuan Jin

PERHATIAN !!! DENGAN KELAKUAN JIN, kadang-kadang ada jin yang datang sambil memekik, mengamcam dan berjanji. Dalam menghadapi hal ini janganlah anda takut, akan tetapi pukullah dia dan berilah pelajaran kepadanya, mudah-mudahan dengan izin Allah, jin tersebut akan diam.

Kadangkala dengan kelakuan jin itu akan mencaci-maki anda, maka janganlah anda marah kepadanya. Kadangkala jin itu memuji anda, bahawa andalah orang yang yang soleh dan dia akan keluar demi menghormati anda. Apabila mendengar perkataan yang demikian ini, maka hendaklah anda katakan: "Aku adalah seorang hamba yang lemah, keluarlah engkau kerana taat kepada perintah Allah dan Rasul-Nya."


Kadangkala ada pula jin pengganggu itu membantah. Dalam menghadapi hal ini hendaklah anda ambil setengah gelas air kemudian dekatkanlah air itu ke mulut anda dan bacakanlah ayat-ayat Al-Qur'an iaitu: Surah Yasin, As-Shaffat, Ad-Dukhan dan Al Jin. Selepas itu siramilah air tersebut kepadanya, maka jin tersebut akan merasa kesakitan serta patuh kepada anda dengan izin Allah, dia akan keluar dari tubuh orang tersebut.


Jika anda ingin tahu tentang akidah jin tersebut tanpa menanyakannya, maka bacakanlah kepadanya ayat di bawah ini :

( Sebahagian dari Surah Al-Maidah - Surah 5 : Ayat 72 )
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُواْ إِنَّ اللّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam".

Kadangkala ada jin yang lari pada waktu mengucapkan janji. Dalam menghadapi hal ini hendaklah bacakan berulang-kali di telinga orang yang kerasukan jin tersebut dengan ayat Al-Qur'an iaitu : (Ar-Rahman 33-36)

يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَن تَنفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانفُذُوا لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ (33) فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (34) يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا شُوَاظٌ مِّن نَّارٍ وَنُحَاسٌ فَلَا تَنتَصِرَانِ (35) فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ 36

Hai jemaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak akan dapat menembusinya melainkan dengan kekuatan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyalaan api dan cairan tembaga maka kamu tidak akan dapat menyelamatkan diri (daripadanya). Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"

Kadangkala ada jin yang ingin keluar tetapi dia tidak tahu bagaimana caranya, dalam menghadapi hal ini, maka hendaklah anda membaca Surah Yasin serta azan di telinga orang yang kemasukan jin tersebut. Ayat-ayat Al-Qur'an yang dibacakan itu hendaklah dengan bacaan yang benar, khusyuk dan dengan suara yang dapat didengar. Jika jin itu meminta sesuatu syarat baru dia akan keluar dari jasad orang yang dimasukinya itu, maka perhatikanlah dahulu apa syarat yang dimintanya. Jika syarat yang dimintanya itu supaya taat kepada perintah Allah seperti: "Saya akan keluar dari tubuh orang ini dengan syarat dia mahu menjaga solatnya atau dia mahu menutup auratnya". Jika demikian itu syarat yang dimintanya, maka turutilah dia, akan tetapi haruslah anda jelaskan kepadanya, bahawa ketaatan tersebut bukanlah kerana mentaatinya akan tetapi kerana taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Jika permintaan syaratnya itu supaya melakukan kemaksiatan, maka janganlah diikuti, bahkan hukumlah dia.


Jika Allah telah mengluarkan jin tersebut dari tubuh orang yang kerasukan jin itu, maka perintahkanlah kepada orang yang kerasukan jin itu, begitu juga orang yang hadir, supaya sujud syukur kepada Allah SWT kerana telah bebasnya dari penganiayaan tersebut. Begitu juga dengan diri anda haruslah melaksanakan sujud syukur tersebut, kerana Allah SWT telah memperkenankan permohonanmu untuk menyingkirkan kezalimannya.


Jika anda telah berhasil mengeluarkan jin tersebut dengan izin Allah, maka janganlah anda katakan: "Saya telah berhasil mengeluarkan jin tersebut", akan tetapi karakanlah: "Allah telah mengeluarkan atau menghalaunya". Anda haruslah berhati-hati dalam hal ini dan janganlah anda sampai terpedaya dengan rayuan syaitan.


Hendaklah anda selalu membaca buku-buku yang berkenaan dengan masalah jin, seperti buku "Risalatul Jin" karangan Syeikhul Islam Ibn Taimiyyah dan lain-lain.

Sebab-sebab jin masuk ke dalam tubuh manusia


SEBAB-SEBAB MASUKNYA JIN KE DALAM DIRI MANUSIA adalah kerana, kadang-kadang terjadinya gangguan jin kepada manusia adalah dikeranakan syahwat, hawa nafsu dan mabuk cinta, keadaan ini sama seperti yang dialami manusia. Ada pula kadangkala manusia dan jin melakukan perkahwinan serta mempunyai anak. Perkara yang demikian banyak terjadi dan banyak pula ulama' yang membicarakannya.

Sebab-sebab masuknya jin ke dalam diri manusia juga disebabkan kebencian atau pembalasan oleh kerana ia disakiti sebahagian manusia, atau makhluk jin ini menyangka bahawa sebahagian manusia sengaja menyakitinya dengan cara mengencingi mereka, menumpahkan air panas, atau membunuh mereka, padahal manusia tidak mengetahuinya. Dikalangan makhluk jin juga ada yang bodoh, ada yang zalim, sehingga mereka menjatuhkan hukuman dengan cara yang tidak patut, keadaan ini sebagaimana juga yang kita jumpai dalam kehidupan manusia yang bodoh.


Jika keadaan tersebut terjadi, perbuatan yang demikian itu adalah merupakan perbuatan yang keji dan dilarang oleh Allah SWT. Justeru itu perkara ini haruslah dijelaskan kepada jin tersebut dengan mengatakan bahawa perbuatan mereka itu dalah perbuatan keji yang diharamkan. Penjelasan seperti ini perlu dijelaskan kepada mereka supaya mereka tahu bahawa pada diri mereka akan berlaku hukuman Allah dan Rasul-Nya yang diutus kepada semua makhluk manusia dan makhluk jin.


Kepada mereka juga harus dijelaskan, bahawa manusia tersebut tidak mengetahui dan tidak sengaja menyakiti mereka sehingga tidak patut untuk dihukum. Jika mereka melakukan hal itu di rumah atau di kerajaan mereka maka mereka dibolehkan atau bebas bertindak. Sedangkan mereka tidak mempunyai hak untuk tinggal di tempat kediaman manusia tanpa izin dari mereka, mereka hanya berhak tinggal di tempat-tempat kosong yang bukan menjadi tempat tinggal manusia.


Cara Jin Masuk Ke Dalam Tubuh Manusia


CARA JIN MASUK KE DALAM TUBUH MANUSIA, jin adalah sejenis makhluk berwujud udara sedangkan manusia memiliki lubang bulu roma, kerana itulah dia dapat masuk ke dalam tubuh manusia dari bahagian manapun juga. Makhluk jin diciptakan dari zat yang sejenis udara sebagaimana firman Allah : Ertinya,"Dan Allah menciptakan jin dari api yang menyala". ( Ar-Rahman: 15 ) Dalam hal ini Ibn Abbas berkata: Iaitu dari hujung nyalanya api, sedangkan hujung nyalanya api adalah merupakan udara panas yang keluar dari api.

Ketika jin masuk ke dalam tubuh manusia, makhluk ini langsung menuju ke otak, melalui otak ini dia dapat mempengaruhi bahagian mana saja yang dia sukai dari tubuh manusia. Para doktor perubatan telah mengkaji dan membuktikan bahawa orang yang terkena penyakit kerasukan jin memiliki gelombang otak yang sangat halus dan sangat aneh yang ada di dalam otaknya. Ditambah lagi dengan keterangan dari orang yang ahli tentang cara pengubatan orang yang kerasukan jin, bahawa jin itu memberitahunya bahawa mereka berada di otak manusia.

Bagaimana Jin Dan Syaitan Hidup


BAGAIMANA JIN DAN SYAITAN HIDUP, Jin adalah makhluk yang sangat banyak sekali penduduknya, boleh dikatakan sama bilangan penduduk bumi sebanyak 5 bilion. Jarang ada suatu tempat di bumi ini yang tidak diduduki oleh jin, baik di daratan, lautan mahupun udara. Dunia mereka seperti dunia kita : Ada negara, kerajaan, berbagai bangsa & kabilah, penguasa dan rakyat jerata. Agama mereka pun tidak berbeza dengan agama manusia. Diantara mereka, alhamdulillah, ada yang Muslim dan memperoleh hidayah dari Allah S.W.T. Yang lain, beragama Masehi, Hindu, Buddha, penyembah berhala dan penganut ajaran komunis.

Bagaimana jin dan syaitan hidup dan makhluk jin lebih mengutamakan untuk tinggal di tempat-tempat yang sunyi dan sepi dari manusia seperti di padang pasir. Ada yang tinggal di tempat-tempat kotor seperti di tempat pembuangan sampah kerana mereka memakan makanan lebihan manusia.Ada juga mereka yang tinggal bersama manusia iaitu di dalam rumah. Abu Bakar bin Ubaid meriwayatkan: "Pada setiap rumah kaum muslimin ada jin Islam yang tinggal di atapnya, setiap kali makanan diletakkan, maka mereka turun dan makan bersama penghuni rumah."


Jin juga menjadikan tandas sebagai tempat tinggalnya. Rasullullah s.a.w. telah bersabda: "Sesungguhnya pada tiap-tiap tempat pembuangan kotoran ada didatangi jin, kerana itu bila salah seorang kamu datang ke tandas maka hendaklah ia mengucapkan doa: " Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari jin lelaki dan perempuan" (HR. Abu Dawud) Jin juga sangat suka tinggal di lubang-lubang. Oleh kerana itu dalam sebuah hadis dijelaskan yang maksudnya: "Janganlah kamu kencing dilubang."(HR. An-Nas'i)

Kerajaan IBLIS


KERAJAAN IBLIS, Iblis mempunyai kerajaan yang sangat besar. Ada menteri-menteri, pemerintahan dan pejabat-pejabat. Iblis juga mempunyai wakil-wakil, lima di antaranya wajib diwaspadai :
  • Kerajaan Iblis Yang pertama, menurut kalangan Jin, bernama Tsabar. Dia selalu mendatangi orang yang sedang kesusahan atau ditimpa musibah, baik kematian isteri, anak ataupun kaum kerabat. Kemudian dia melancarkan bisikannya dan menyatakan permusuhannya kepada Allah. Diucapkannya, melalui mulut orang yang ditimpa musibah itu, keluh-kesah and caci-maki terhadap ketentuan Allah atas dirinya.
  • Kerajaan Iblis Yang kedua, namanya ialah Dasim. Syaitan inilah yang selalu berusaha dengan sekuat tenaganya untuk mencerai-beraikan ikatan perkahwinan, membuat rasa benci antara satu sama lain di kalangan suami-isteri, sehingga menjadi penceraian. Dia adalah anak kesayangan Iblis di wilayah kerajaannya yang sangat besar.
  • Yang ketiga, namanya ialah Al-A'war. Dia dan seluruh penghuni kerajaannya, adalah pakar-pakar dalam urusan mempermudah terjadinya perzinaan. Anak-anaknya menghiaskan indah bahagian bawah tubuh kaum wanita ketika mereka keluar rumah, khususnya kaum wanita masa kini, betul-betul menggembirakan Iblis di kerajaan yang besar. Segala persoalan yang menyangkut keruntuhan moral dan perzinahan berurusan dengan pejabat besar mereka.
  • Yang keempat, namanya ialah Maswath, pakar dalam menciptakan kebohongan-kebohongan besar mahupun kecil. Bahkan kejahatan yang dia dan anak-anaknya lakukan sampai pada tingkat dia memperlihatkan diri dalam bentuk seseorang yang duduk dalam suatu pertemuan yang disenggarakan oleh manusia, lalu menyebarkan kebohongan yang pada gilirannya disebarkan pula oleh manusia.
  • Yang kelima, namanya ialah Zalnabur. Syaitan yang satu ini berkeliaran di pasar-pasar di seluruh penjuru dunia. Merekalah yang menyebabkan pertengkaran, caci-maki, perselisihan dan bunuh-membunuh sesama manusia.
    Untuk menghindarinya hendaklah mengucapkan :
"Aku berlindung kepada Allah dari gangguan syaitan, ( ** Sebutkan namanya : Tsarbar / Dasim / Al-A'war / Maswath / Zalnabur ) yang terkutuk, serta pengikut-pengikut dan anak-anaknya."
Menurut buku Asy-Syibli meriwayatkan sebuah riwayat dari Zaid bin Mujahid yang mengatakan bahawa, "Iblis mempunyai lima anak, yang masing-masing diserahkan urusan-urusan tertentu. Kemudian dia memberi nama masing-masing anaknya : Tsabar, Dasim, Al-A'war, Maswath dan Zalnabur." 

Kumpulan-Kumpulan Jin


KUMPULAN-KUMPULAN JIN, Jin juga seperti manusia yang inginkan nama dan keturunan dan hidup berpuak-puak. Puak dan kumpulan jin terlalu banyak dan bercakap dalam berbagai-bagai loghat dan bahasa. Ada sesetengah ulama membahagikan Jin kepada beberapa kumpulan, antaranya ialah :-

Kumpulan yang menunggu kubur
Kumpulan yang menunggu gua
Kumpulan yang menunggu mayat
Kumpulan yang menunggu air mata air
Kumpulan yang menunggu tasek, kolam, telok, kuala, pulau dan sebagainya.


PEMIMPIN-PEMINPIN JIN,Jin juga mempunyai pemimpin dan kerajaannya tersendiri.

Antaranya ialah :-
  • Raja Jin Alam bawah yang kafir ialah seperti Mazhab, Marrah, Ahmar, Burkhan, Syamhurash, Zubai'ah dan Maimon.
  • Empat Raja Jin Ifrit ( Jin yang paling jahat ) yang mempunyai kerajaan yang besar yang menjadi menteri kepada Nabi Allah Sulaiman a.s. ialah seperti Thamrith, Munaliq, Hadlabaajin dan Shughal.
  • Raja Jin Alam atas yang Islam pula ialah Rukiyaail, Jibriyaail, Samsamaali, Mikiyaail, Sarifiyaali, 'Ainyaail dan Kasfiyaail.
  • Raja Jin yang menguasai segala Jin tersebut bernama THOTHAMGHI YAM TA LI.
  • Manakala Malaikat yang mengawal kesemua Jin-Jin di atas bernama Maithotorun yang bergelar QUTBUL JALALAH

Gelaran-Gelaran Jin


GELARAN-GELARAN JIN DALAM ISTILAH ORANG MELAYU, Jin menurut orang-orang Melayu mempunyai beberapa nama dan gelaran menurut perwatakan dan rupa bentuk penjelmaan mereka. Kebanyakan nama Jin-Jin itu dimulai dengan hantu. Hantu-hantu tersebut sebenarnya adalah terdiri daripada golongan Jin, cuma di kalangan orang Melayu, menganggap hantu itu adalah makhluk yang berbeza daripada Jin. Antara Jin-Jin yang popular di kalangan masyarakat Melayu ialah :-
Hantu Raya
Hantu Toyol

Hantu Pelesit
Hantu Kubur
Hantu Jerangkung
Hantu Galah
Hantu bungkus
Hantu Bidai
Harimau Jadian
Hantu Pontianak
Hantu Langsuir
Hantu Air
Hantu Pari
Hantu Laut
Jin Tanah
Hantu Pochong
Hantu Pari-Pari
Jembalang Tanah

Hantu Polong
Harimau Penanggal
Hantu Bukit
Hantu Punjut
Hantu Bawah Tangga
Hantu Kum-Kum
Hantu Mati Dibunuh
Hantu Kopek ( Tetek )
Hantu Tengelong

Anak Jin Dan Syaitan


MUKHANNATS ADALAH ANAK JIN ATAU SYAITAN, ketahuilah, apabila seorang lelaki mencampuri isterinya ketika sedang haid, maka syaitan mendahuluinya. Ketika si isteri hamil dan melahirkan, maka yang lahir itu adalah al-mukhannats, iaitu anak-anak jin. Nuthfahnya akan rosak, bahkan boleh membuat si lelaki dan perempuan itu menderita penyakit.
Sesungguhnya Allah s.w.t. melarang kita untuk mencampuri isteri-isteri kita yang sedang haid. Barangsiapa melakukan itu, dialah yang bertanggungjawab terhadap akibatnya, dan lebih dari itu dia pulalah yang akan menerima akibatnya jika dari hubungan tersebut lahir mukhannats. Rasanya, itu adalah balasan yang setimpal belaka.

9 ANAK-ANAK SYAITAN YANG LAINNYA:-

1.       ZALITUUN : Duduk di pasar/kedai supaya manusia hilang sifat jimat cermat. Menggoda supaya manusia berbelanja lebih dan membeli barang-barang yang tidak perlu.
2.       WATHIIN : Pergi kepada orang yang mendapat musibah supaya bersangka buruk terhadap Allah.
3.       A'AWAN : Menghasut sultan/raja/pemerintah supaya tidak mendekati rakyat. Seronok dengan kedudukan/kekayaan hingga terabai kebajikan rakyat dan tidak mahu mendengar nasihat para ulama.
4.       HAFFAF : Berkawan baik dengan kaki botol. Suka menghampiri orang berada di tempat-tempat maksiat ( i.e. disko, kelab malam & tempat yang ada minuman keras )
5.       MURRAH : Merosakkan dan melalaikan ahli dan orang yang sukakan muzik sehingga lupa kepada Allah. Mereka ini tenggelam dalam keseronokan dan glamour etc.
6.       MASUUD : Duduk dibibir mulut manusia supaya melahirkan fitnah, gosip, umpatan dan segala apa sahaja penyakit yang mula dari kata-kata mulut.
7.       DAASIM ( Berilah Salam sebelum masuk ke rumah ) : Duduk di pintu rumah kita. Jika tidak memberi salam ketika masuk ke rumah, Daasim akan bertindak agar berlaku keruntuhan rumahtangga. (suami-isteri bercerai-berai, suami bertindak ganas, memukul isteri, isteri hilang pertimbangan menuntut cerai, anak-anak didera dan perbagai bentuk kemusnahan rumahtangga).
8.       WALAHAAN : Menimbulkan rasa was-was dalam diri manusia khususnya ketika berwudhuk dan solat dan menjejaskan ibadat-ibadat kita yang lain.
9.       LAKHUUS : Merupakan sahabat orang Majusi yang menyembah api dan matahari..

IN DALAM AL QURAN


Dua makhluk yang dicipta oleh Tuhan dan kemudian diperintah upaya menyembah-Nya adalah jin dan manusia. Walaupun sama dalam perintah namun dalam ciptaan mereka terdapat perbezaan yang besar.
Tidak seperti manusia yang dicipta daripada tanah liat yang kering, daripada lumpur yang dibentuk (15:26), makhluk jin dicipta daripada api yang membakar, yang tiada asap. Demikian mengikut penjelasan dua ayat al-Qur'an yang berikut:
"Dan jin, Kami mencipta sebelumnya daripada api yang membakar." (15:27)
"Dan Dia mencipta jin daripada api yang tiada asap." (55:15)
Sebaliknya, seperti manusia pula, mereka mempunyai keturunan. Antara keturunannya menjadi musuh bagi manusia, iaitu keturunan Iblis. Kerana ia melakukan kefasiqan terhadap perintah Tuhan. Allah berfirman,
"Dan apabila Kami berkata kepada para malaikat, 'Sujudlah kamu kepada Adam'; maka mereka sujud, kecuali Iblis; ia adalah daripada jin, dan ia melakukan kefasiqan terhadap perintah Pemeliharanya. Apa, adakah kamu mengambil ia dan keturunannya untuk menjadi wali-wali (sahabat-sahabat) kamu, selain daripada Aku, sedang mereka adalah musuh bagi kamu?" (18:50)
Manusia dilarang mengambil Iblis dan keturunannya sebagai sahabat atau wali. Selain itu, jin dijadikan sekutu bagi Allah, dipercayai serta disembah, oleh sesetengah manusia. Firman-firman-Nya:
"mereka mengadakan bagi Allah, sebagai sekutu-sekutu, jin, padahal Dia yang mencipta mereka." (6:100)
"tetapi mereka menyembah jin; kebanyakan mereka mukmin pada mereka." (34:41)
Mungkin di kalangan manusia yang berbuat demikian melakukannya dengan tanpa disedari. Macam mereka yang menjadikan orang alim sebagai sekutu Allah, tetapi menafikannya.
Pengaruh jin begitu kuat sehingga terdapat manusia yang mempercayai mereka berkeluarga dengan Tuhan, walaupun mereka mengetahui bahawa mereka akan dihadapkan kepada-Nya pada hari akhirat, seperti manusia. Firman-Nya,
"Mereka mengadakan satu pertalian kekeluargaan antara Dia dan jin; dan jin mengetahui bahawa mereka akan dihadapkan." (37:158)
Terdapat juga manusia yang diambil oleh jin lalu mereka mendapat kesenangan daripadanya. Kesenangan mereka hanya di dunia, tidak di akhirat. Tuhan menjelaskan,
"Pada hari Dia mengumpulkan mereka kesemuanya: 'Wahai golongan jin, kamu telah banyak mengambil daripada manusia.' Kemudian sahabat-sahabat mereka di kalangan manusia berkata, 'Wahai Pemelihara kami, sebahagian kami telah mendapat kesenangan daripada sebahagian yang lain, dan kami telah sampai tempoh yang Engkau menentukan bagi kami.' Dia berkata, 'Apilah tempat tinggal kamu, di dalamnya tinggal selama-lamanya'; kecuali seperti yang Allah mengkehendaki; sesungguhnya Pemelihara kamu Bijaksana, Mengetahui." (6:128)
Ada pula manusia yang meminta perlindungan daripada jin. Mereka terdiri daripada kaum lelaki, dan daripada golongan jin yang diminta, adalah lelaki juga. Perbuatan itu menambahkan mereka dalam kekejian. Firman-Nya,
"Tetapi ada lelaki-lelaki tertentu daripada manusia yang meminta perlindungan kepada lelaki-lelaki tertentu daripada jin, dan mereka menambahkan mereka dalam kekejian," (72:6). 
Ayat di atas merupakan amaran bagi sesiapa yang ingin mengambil perlindungan daripada jin. Satu lagi contoh amalan yang disifatkan keji menurut al-Qur'an ialah melupakan ayat-ayat Allah setelah mendapat kesenangan hidup (25:18).
Beralih kepada kisah Nabi Sulaiman yang di sekitarnya diwarnai cerita luar biasa tetapi benar. Baginda didapati telah memperhambakan makhluk jin, dengan memasukkan mereka ke dalam pasukan tenteranya (27:17), dan menjadikan mereka pekerja dalam sektor pembinaan, pengukiran patung-patung, serta pembuatan pelbagai perkakas yang berseni (34:13).
Ada juga yang telah berkedudukan dekat dengan Nabi Sulaiman, iaitu Ifrit. Dia telah berkata, ketika Nabi Sulaiman bertanya siapa antara pembesar-pembesarnya yang mampu mendatangkan singgahsana Ratu Sabak sebelum rombongannya sampai, berbunyi, "Saya akan mendatangkannya kepada kamu sebelum kamu berdiri dari tempat kamu; saya mempunyai kekuatan untuknya, dan saya dipercayai." (27:39)
Kehandalannya ditewaskan oleh seorang yang mempunyai pengetahuan al-Kitab yang berkata, "Saya akan mendatangkannya kepada kamu sebelum gerlingan mata kamu kembali kepada kamu." (27:40)
Pun begitu, golongan jin didapati tidak tahu perkara yang ghaib. Buktinya, dalam cerita kematian Nabi Sulaiman, tatkala baginda jatuh setelah tongkatnya dimakan sejenis haiwan daripada bumi. Ketika itu barulah "jin melihat dengan jelas bahawa sekiranya mereka mengetahui yang ghaib, tentu mereka tidak tetap dalam azab yang hina," (34:14) iaitu azab bekerja untuk Nabi Sulaiman.
Seterusnya, seperti manusia, golongan jin mengetahui kandunagn kitab al-Qur'an dan ada yang percaya kepadanya setelah mendengarkannya. Kisah tersebut diriwayatkan sendiri oleh Nabi di dalam ayat-ayat berikut:
"Katakanlah, 'Diwahyukan kepadaku (Muhammad) bahawa sekumpulan jin mendengarkan lalu mereka berkata, ‘Sesungguhnya kami telah mendengar sebuah al-Qur’an yang mengagumkan, ia memberi petunjuk pada jalan yang benar. Kami percaya kepadanya, dan kami tidak akan menyekutukan Pemelihara kami dengan sesiapa.'" (72:1-2)
Ayat-ayat tersebut dipetik daripada sebuah surah yang dinamakan khas menurut golongan mereka, iaitu al-Jin. Di dalamnya terdapat penjelasan mengenai golongan jin dengan banyak. Antaranya adalah pengakuan mereka terhadap golongan mereka sendiri, berbunyi:
"Yang bodoh di kalangan kami mengatakan terhadap Allah yang keterlaluan, dan kami menyangka bahawa manusia dan jin tidak akan mengatakan dusta terhadap Allah." (72:4-5)
Sama seperti manusia, jin mengatakan yang keterlaluan dan dusta terhadap Allah. 
Selanjutnya dapat difahamkan bahawa mereka mampu naik ke langit untuk mendengar perkara-perkara yang ghaib, contoh, nasib manusia di bumi, tetapi mereka gagal mendapatkannya. Ayat-ayat di bawah menjelaskannya:
"Dan kami menjulur ke langit, tetapi kami mendapati ia dipenuhi dengan penjaga-penjaga yang keras, dan tahi-tahi bintang.
Kami telah duduk di sana di tempat-tempat duduk untuk mendengar; tetapi sesiapa yang mendengarkan sekarang mendapati tahi bintang yang menunggunya.
Maka kami tidak mengetahui sama ada kejahatan dikehendaki bagi orang-orang yang di bumi, atau sama ada Pemelihara mereka menghendaki kelurusan bagi mereka." (72:8-10)
Turut dikhabarkan ialah mengenai jin yang salih dan yang tidak, yang muslim dan yang menyimpang. Sama seperti manusia. Huraian daripada al-Qur'an berbunyi,
"Dan sebahagian daripada kami adalah yang salih, dan sebahagian daripada kami tidaklah demikian; jalan-jalan (tarekat) kami berlainan." (72:11)
"Dan sebahagian daripada kami muslim, dan sebahagian daripada kami menyimpang. Mereka yang tunduk patuh mencari kelurusan hati, tetapi bagi mereka yang menyimpang, mereka menjadi kayu api untuk Jahanam!” (72:14-15)
Petikan beberapa ayat daripada surah al-Jin berhenti di situ.
Persamaan antara jin dan manusia adalah banyak. Selain daripada yang sudah disebut beberapa persamaannya yang lain diturunkan di bawah ini:
·         kedua-duanya dicipta untuk menyembah Tuhan. Firman-Nya,
"Aku tidak mencipta jin dan manusia melainkan untuk menyembah Aku." (51:56)
·         kedua-duanya mempunyai rasul. Firman-Nya,
"Wahai golongan jin dan manusia, tidakkah rasul-rasul datang kepada kamu sendiri yang menceritakan kepada kamu ayat-ayat-Ku, dan memberi amaran kepada kamu mengenai pertemuan hari kamu ini?" (6:130).
·         kedua-duanya menyesatkan manusia sehingga menjadi tidak percaya kepada Allah dan ayat-ayat-Nya. Firman-Nya,
"Dan orang-orang yang tidak percaya berkata, 'Wahai Pemelihara kami, perlihatkanlah kepada kami mereka yang menyesatkan kami, kedua-dua jin dan manusia, dan kami akan meletakkan mereka di bawah kaki kami supaya mereka menjadi antara orang-orang yang lebih rendah.'" (41:29)
·         kedua-duanya mempunyai hati atau otak, mata, dan telinga. Firman-Nya,
"Kami menciptakan untuk Jahanam banyak jin dan manusia; mereka mempunyai hati, tetapi tidak memahami dengannya; mereka mempunyai mata, tetapi tidak melihat dengannya; mereka mempunyai telinga, tetapi tidak mendengar dengannya. Mereka adalah seperti binatang ternak; tidak, tetapi mereka lebih jauh sesat. Mereka itu, merekalah orang-orang yang lalai." (7:179)
·         kedua-duanya tidak dapat menembus pembatasan langit dan bumi, kecuali dengan suatu kuasa. Firman-Nya,
"Wahai golongan jin dan manusia, jika kamu boleh menembus pembatasan langit dan bumi, tembusilah! Kamu tidak menembusinya kecuali dengan satu kuasa." (55:33)
·         kedua-duanya mempunyai keinginan terhadap perawan. Firman-Nya,
"Di dalamnya perawan-perawan yang menahan gerlingan mereka, yang belum disentuh sebelum mereka oleh manusia atau jin." (55:56)
·         kedua-duanya memenuhi Jahanam. Firman-Nya,
"Sekiranya Kami menghendaki, tentu Kami memberi tiap-tiap jiwa petunjuknya; tetapi sekarang Ucapan daripada-Ku adalah wajar - 'Sungguh, Aku akan memenuhi Jahanam dengan jin dan manusia kesemuanya.'" (32:13)
Dan, daripada kedua-duanya pula lahirlah syaitan yang derhaka kepada Tuhan dengan, misalan, mewahyukan ucapan palsu yang indah-indah untuk menipu. Firman-Nya,
"Begitulah Kami mengadakan bagi tiap-tiap Nabi suatu musuh, syaitan-syaitan daripada manusia dan jin, yang mewahyukan ucapan palsu yang indah-indah kepada satu sama lain, untuk menipu; dan sekiranya Pemelihara kamu menghendaki, tentu mereka tidak membuatnya. Maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka mengada-adakan." (6:112)
Oleh itu, syaitan bukanlah suatu makhluk yang asing. Mereka terdiri daripada makhluk jin dan manusia yang jahat.
Ayat-ayat yang mengatakan syaitan menjadi musuh yang nyata adalah banyak. Namun, terdapat satu ayat (satu sahaja) yang mengatakan bahawa ia dan kuncu-kuncunya tidak dapat dilihat (7:27).
Adakah yang tidak dapat dilihat itu syaitan daripada golongan jin? 
Atau, "kesyaitanan" pada jin dan manusia yang tidak dapat dilihat? Misalan, seorang manusia yang kelihatan sangat alim, tetapi sebenarnya seorang syaitan yang amat derhaka kepada Tuhan. Kesyaitanannya tidak dapat dilihat oleh orang ramai, mungkin kerana diselubungi oleh imejnya.
Akan tetapi, bagi orang-orang yang bertakwa (takut kepada Tuhan), yang pada mulanya tidak nampak, akan akhirnya melihat dengan jelas kesyaitanan yang hadir, setelah mereka ingat (kepada ayat-ayat Tuhan). Ayat berikut menjelaskan:
"Orang-orang yang bertakwa, apabila kunjungan syaitan menyentuh mereka, mereka ingat, dan kemudian melihat." (7:201)
Apapun, Tuhan menyuruh supaya berlindung pada-Nya daripada kunjungan syaitan jenis jin dan manusia, yang berupa bisikan di dalam dada umpamanya. Untuk tujuan itu Dia mengajar sebuah doa berbunyi,
"Aku berlindung pada Pemelihara manusia, Raja manusia, Tuhan manusia, Daripada kejahatan pembisik yang menyelinap, Yang membisikkan di dalam dada manusia, Daripada jin dan manusia." (114:1-6)
Jin dan manusia yang menjadi pembisik yang menyelinap itu tidak syak lagi adalah syaitan yang direjam, yang daripada kedua-dua makhluk tersebut.
Tentu banyak lagi rahsia mengenai jin dapat digali daripada ayat-ayat al-Qur'an yang dibentangkan di halaman ini atau di halaman Kalimat jin di dalam al-Qur'an. Semoga ada di kalangan pembaca yang ingin menyahut cabaran tersebut. Sudi-sudikanlah demi kemanfaatan kita semua.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...