Memasuki bulan November hari-hari berat harus kulalui
Afwan kalau tak sempat kumengunjungimu
Afwan kalau tak ada waktu kududuk bercengkerama
Kesepiankah kau ?
Tapi percayalah tak pernah berhenti melafaskan doa disetiap sujudku
Musim hujan deras, angin kencang serta petir menyambar
Kedinginkah kau disana ?
Basah kuyubkah engkau ?
Kalau boleh aku berucap ingin aku bisikkan pada angin
?aku kangen ? tapi aku malu
Setiap kali ingin kuucapkan kata-kata itu
Rona merah meronai pipiku
Tatkala petir menyambar
Aku takut .. aku gamang
Kau tahu betapa bagai anak kecil ketakutan
Setiap kilatan petir membelah langit
Dan aku tahu pasti kamu akan bilang ?doa ukhtee?
Akhee kenapa jarak begitu jauhnya memisahkan kita ?
Kenapa airmata ini enggan beranjak dari pelupuk mata ?
Bahkan ketika kutulis surat ini
Tak satupun pak pos mau mengantarkannya
Kecanggihan emailpun tak akan mampu menyampaikan surat ini padamu
Akhee biarlah kutitipkan rindu pada angin
Pada hujan dan petir
Biarlah kau terlelap dalam kedamaian
Setenang buliran airmata yang mengendap
Afwan kalau tak sempat kumengunjungimu
Afwan kalau tak ada waktu kududuk bercengkerama
Kesepiankah kau ?
Tapi percayalah tak pernah berhenti melafaskan doa disetiap sujudku
Musim hujan deras, angin kencang serta petir menyambar
Kedinginkah kau disana ?
Basah kuyubkah engkau ?
Kalau boleh aku berucap ingin aku bisikkan pada angin
?aku kangen ? tapi aku malu
Setiap kali ingin kuucapkan kata-kata itu
Rona merah meronai pipiku
Tatkala petir menyambar
Aku takut .. aku gamang
Kau tahu betapa bagai anak kecil ketakutan
Setiap kilatan petir membelah langit
Dan aku tahu pasti kamu akan bilang ?doa ukhtee?
Akhee kenapa jarak begitu jauhnya memisahkan kita ?
Kenapa airmata ini enggan beranjak dari pelupuk mata ?
Bahkan ketika kutulis surat ini
Tak satupun pak pos mau mengantarkannya
Kecanggihan emailpun tak akan mampu menyampaikan surat ini padamu
Akhee biarlah kutitipkan rindu pada angin
Pada hujan dan petir
Biarlah kau terlelap dalam kedamaian
Setenang buliran airmata yang mengendap